Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament pada Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Bhakti Praja Margadana, Kota Tegal
Keywords:
Metode Pembelajaran, Teams Games Tournament, Prestasi BelajarAbstract
Masalah dalam penelitian ini adalah masih ada beberapa siswa yang memiliki nilai di bawah KKM adalah 75. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata semester ulangan harian bahasa Indonesia. Keadaan itu menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas VII di SMP Bhakti Praja Margadana Kota Tegal tidak optimal. Untuk itu diperlukan adanya suatu pembelajaran lebih menekankan pada partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan dalam tes akhir (post test) belajar antara kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas yang menggunakan metode pengajaran konvensional; untuk menentukan perbedaan gain (pre test dan post test) pembelajaran antara kelas menggunakan kooperatif learning tipe model TGT dengan kelas yang menggunakan metode pengajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian desain kelompok kontrol nonsetara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP dari Bhakti Praja Margadana, Kota Tegal dengan mengambil kelas VII sebagai kelas eksperimen dengan 22 orang dan siswa kelas VII sebagai kelas kontrol dengan 22 orang juga. Hasil dari pre test data t-test ternyata thitung < ttabel atau 0,182 < 1,6636 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara kemampuan kelas eksperimen dimulai dengan kelas kontrol, sedangkan data post test menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol karena thitung < ttabel atau 3,986 > 1,6636. Sedangkan hasil uji perhitungan t N-gain thitung < ttabel atau 4,799 > 1,6636 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pendidikan tinggi antara kelas dengan menggunakan model TGT dengan kelas menggunakan metode ceramah. Berdasarkan penelitian ini, penulis menyampaikan saran seperti: a) guru harus memiliki alternatif lain untuk keterbatasan buku pegangan yaitu misalnya dengan memiliki siswa merangkum atau mencari informasi dari sumber lain, sehingga mereka dapat terus belajar; b) guru memotivasi siswa agar mereka lebih percaya diri tentang kemampuan mereka; c) dalam menerapkan model atau metode pengajaran harus disesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga hasilnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Karena model pembelajaran TGT membuat siswa dapat belajar lebih rileks di samping untuk mendorong tanggung jawab, kejujuran, kerja sama tim, persaingan yang adil dan keterampilan belajar; d) untuk guru harus mencoba untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif TGT karena menurut penelitian telah sangat efektif untuk mengajarkan kegiatan ekonomi ekonomi studi sosial.
